Lezatnya Wisata Kuliner Bernuansa Alam di Kampung Daun Bandung


Wisata kuliner di kota Bandung dan sekitarnya sangat beragam dan unik. Ada banyak jenis dan nama makanan yang unik dan khas di kota Bandung. Misalnya ada makanan tahu gejrot, pisang kipas, batagor, siomay, peuyeum, colenak, dan lain-lain. Acara jalan-jalan kali ini akan berbagi sedikit cerita bagaimana nikmatnya wisata kuliner di kota Bandung. Alam pegunungan yang cenderung dingin membuat wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata di Bandung jadi lebih cepat lapar.

Setelah melewati jalan tol Cipularang selama 4 jam, akhirnya saya dan yang kawan-kawan masuk ke kota Bandung. Arah yang kamu tuju adalah jalan Cipaganti yang tidak seberapa jauh dari pintu gerbang tol Pasteur. Berhubung hari sudah malam dan tadi waktu berangkat perut lagi kosong, kami memutuskan segera mencari tempat ngisi perut. Dimulailah diskusi ringan mencari tempat makan yang cocok untuk semua orang yang ada di dalam mobil.

Awalnya ada salah satu teman yang ngajak berwisata kuliner ke The Peak, lokasinya masih seputaran Bandung juga. Tapi niat tersebut diurungkan karena ada salah satu teman lainnya yang memberi testimoni kalau makanan disana nggak terlalu istimewa dan harganya mahal. Beginilah kalau liburan rame-rame dengan teman akrab. Pasti ada saja aksi perdebatan yang memicu keramaian. Walau ramai, tetap saja liburan ke Bandung bisa dibuat asyik.



pemandangan bandung dari villa dago

Degdegan Jalan Menanjak Menuju Kampung Daun

Akhirnya kami sepakat makan malam di Kampung Daun yang terletak di Bandung agak ke utara. Itupun karena rekomendasi teman yang pernah liburan kesana. Kampung Daun berada pada dataran tinggi dengan kondisi jalan yang menanjak. Belum lagi badan jalan yang terlalu kecil untuk dilewati mobil. Semestinya tadi kami naik ojek ke Kampung Daun. Jadilah tiga orang penumpang di dalam mobil merasa was-was sepanjang jalan menuju Kampung Daun. Kami memberi semangat kepada teman yang jadi sopir di depan.

Selesai melewati jalan menanjak yang bikin sport jantung, perjalanan wisata kuliner di kota Bandung ini melewati barisan perumahan elite yang rapi berderet di sebuah kompleks ruko. Uniknya lagi, jalan menuju Kampung Daun yang lewat kawasan mewah tadi ada deretan obor yang dipajang rapi. Obor-obor tersebut dibuat seolah-oleh menjadi petunjuk menuju pintu masuk ke Kampung Daun. Dan memang benar, deretan obor tersebut berakhir di pintu entrance Kampung Daun.

Sesampai di lokasi, kami berempat turun dari mobil. Udara pegunungan Bandung benar-benar dingin menusuk tulang. Bagi kami yang terbiasa hidup di kota Surabaya yang panas, udara Bandung jelas menjadi tantangan tersendiri. Jalan berundak menuju saung Kampung Daun terasa jadi acara olahraga gratis di malam itu. Lumayan untuk menghangatkan tubuh.
Nikmatnya Iga Bakar dan Gurami Goreng Asam Manis

Kami menuju meja resepsionis dan ditanyakan berapa orang yang akan makan. Setelah diberi nomor saung yang akan dipakai, kami diantar ke dalam oleh pelayan dan mulai memesan makanan. Kami coba iga bakar Bandung dan gurami goreng asam manis. Kelezatan bumbu daging iga terasa meresap sampai ke dalam. Belum lagi tulang iga yang masih muda bisa dimakan sekalian. Hmm, aroma makanan bakar-bakaran membuat kami tak sabar untuk segera menghabiskan sebakul nasi yang kami pesan.

Belum cukup iga bakar, gurami goreng asam manis kami hajar juga. Rupanya sebelum ikan gurami digoreng sudah dipresto dulu sehingga terasa empuk sampai ke tulang-tulangnya. Rasa asam manis dihasilkan dari perpaduan bumbu kuah bersantan dan sedikit belimbung wuluh yang dipakai dalam olahan. Biarpun malam itu udara dingin banget, tapi rasa asam yang dihasilkan gurami bisa membuat kami tetap merasa segar.

Apakah acara makan-makan sudah berhenti sampai di situ? Ternyata tidak. Mumpung lagi berada di kota Bandung dan ada teman yang paham wilayah sini, kami ingin borong oleh-oleh khas Bandung. Di depan resto Kampung Daun, nggak jauh dari lokasi resepsionis tadi, sudah ada kios kecil yang menjajakan aneka makanan tradisional dari Bandung, contohnya gulali, dodol, serta makanan-makanan lain yang nggak saya tahu namanya. Ada juga kerajinan tangan khas Sunda yang bisa dibeli oleh wisatawan yang hobi koleksi benda antik.



taman bunga di bandung

Air Terjun dan Api Unggun Buatan di Kampung Daun

Ternyata, oh ternyata! Kampung Daun ini jadi lokasi favorit wisatawan yang ingin menikmati sisi romantis kota Bandung di malam hari. Di bagian dalam Kampung Daun kita bisa melihat panorama kota Bandung dari atas. Lokasi bukit Dago memang pas untuk melihat keindahan kelap-kelip Bandung di malam hari. Apalagi di sekitar Kampung Daun banyak ditumbuhi pohon-pohon besar, makin terasa suasana ala perkampungan Sunda.

Bukan cuma itu, di bagian dalam Kampung Daun juga ada air terjun buatan dan api unggun buatan. Air terjun tadi gunanya untuk menambah kesejukan lingkungan saung tempat makan. Saya bisa bayangkan kalau siang hari bakalan banyak yang suka berdiam di area air terjun itu. Sementara itu, tumpukan kayu dibuat menyerupai api unggun. Tujuannya tentu saja untuk memberi kehangatan bagi wisatawan yang sedang menikmati sajian kuliner khas Bandung di Kampung Daun.

Malam itu suasananya romantis dan kekeluargaan. Menghabiskan liburan di kota Bandung seolah waktu berjalan dengan cepat. Lampu saung yang dibuat sedikit temaram menciptakan suasana damai. Apalagi bila liburan itu dilakukan bersama orang yang kita sayangi, tentu Bandung merupakan kota yang romantis. Nggak salah deh kalau Bandung mendapat predikat Paris Van Java untuk urusan yang satu ini. Ayo berlibur ke Kota Bandung!
Previous
Next Post »

1 komentar:

Click here for komentar
Thursday, June 23, 2016 at 10:21:00 AM GMT+7 ×

Bandung emang surganya wisata kuliner ,,, siipp.. outbound Malang

Congrats bro outbound malang you got PERTAMAX...! hehehehe...
Reply
avatar