Mitos Melingkarkan Tangan di Tiang Pendapa Keraton Mangkunegaran Solo

Kota Solo terletak di propinsi Jawa Tengah. Kota Solo disebut juga sebagai kota Surakarta. Solo merupakan salah satu tempat wisata di Jawa Tengah yang mengandalkan potensi seni dan budaya Jawa sebagai daya tarik utama tujuan wisata. Meski demikian, sejumlah tempat wisata modern juga mulai dibangun di Solo. Tempat wisata modern tersebut umumnya berupa pusat perbelanjaan yang menjual hasil kerajinan warga Solo dan sekitarnya. Misalnya batik Solo dan kerajinan gerabah.



Mitos Melingkarkan Tangan di Tiang Pendapa Keraton Mangkunegaran Solo

Seni Arsitektur Keraton Mangkunegaran Solo
Keraton Mangkunegaran adalah tempat wisata yang terkenal karena memiliki bangunan pendapa yang konon katanya menjadi pendapa terbesar di Asia Tenggara. Wisatawan boleh duduk di tepi kolam di depan pendapa. Suasana sejuk sambil memandang bangunan berarsitektur Jawa campuran dengan Klasik itu sangat menenangkan. Bangunan Kraton Mangkunegaran memang megah namun sayangnya terlihat agak kusam. Apakah warna kusam itu disebabkan karena kurang perawatan atau memang sengaja dibiarkan untuk mempertahankan kondisi arsitektur aslinya? Saya kurang tahu pasti hal ini.
Mitos Seputar Tiang Pendapa Kraton Mangkunegaran Solo

Yang menarik dari Keraton Mangkunegaran adalah ukiran atapnya yang bergaya Barat. Pendudukan Belanda atas wilayah Nusantara rupanya berpengaruh terhadap perkembangan seni arsitektur di kota Solo. Pengaruhnya bukan hanya pada Keraton Mangkunegaran. Pasar Gede Solo pun memiliki arsitektur bangunan khas Belanda. Kalau boleh dibilang, pengaruh budaya Barat pada cagar budaya di Indonesia yang di Solo ini kelihatan sekali.

Di dalam Pendapa Keraton Mangkunegaran, aturan yang berlaku disana adalah semua alas kaki pengunjung harus dilepas. Budaya Jawa yang satu ini masih berlaku di masyarakat suku Jawa. Sekarang saja kalau kita berkunjung ke saudara yang bertempat tinggal di Jawa Timur atau Jawa Tengah pasti ada aturan tak tertulis untuk melepas sandal atau sepatu sebelum masuk ruang tamu.

Dan kalau bicara adat Jawa di Kraton Mangkunegaran di kota Solo, maka kita tidak akan lupa salah satu mitos yang berkembang mengenai tiang pendapa Mangkunegaran. Ada sebuah mitos mengenai tiang pendapa di Keraton Mangkunegaran. Bahwa barang siapa yang bisa melingkarkan kedua tangannya ke tiang ini, dan kedua tangan itu dapat bertemu, maka keinginan yang dipanjatkan akan terkabul.



Masjid di Keraton Mangkunegaran Solo


Mencicipi Wisata Kuliner di Kota Solo

Keraton Mangkunegaran kita tinggalkan. Berikutnya, dari arah Keraton Mangkunegaran menyeberang menuju Jalan Slamet Riyadi dan sampai di daerah Coyudan. Disana terdapat salah satu restoran fastfood favorit banyak orang. Sayangnya makanan ini tidak begitu menyehatkan.

Di Notosuman ada srabi yang terkenal enak. Jika berlibur ke tempat wisata di kota Solo nggak mampir ke Notosuman terasa belum afdhol. Srabi disana manis, legit, gurih dan tidak membuat eneg. Sebenarnya ada banyak lokasi menarik lain yang bisa kita jelajahi di kota Solo. Kali ini cukup sekian dulu. Kekayaan budaya Jawa yang ada di kota Solo merupakan pendorong pertumbuhan iklim wisata yang harus kita lestarikan. Mari kita cintai budaya daerah sebagai akar budaya nasional. Ayo jalan-jalan ke kota Sol
o!

Previous
Next Post »

1 komentar:

Click here for komentar
Solo Update
admin
Friday, October 28, 2016 at 6:32:00 PM GMT+7 ×

Wisata budaya Solo

Congrats bro Solo Update you got PERTAMAX...! hehehehe...
Reply
avatar