KRI Dewaruci Memukau Pengunjung dalam Operation Sail 2012 di Boston, Amerika Serikat


KRI Dewaruci tiba di Dermaga Fish Pier, Boston, Amerika Serikat (30/06), setelah mengarungi lautan selama 2 hari dari Massachusetts Maritim Academy (MMA). Kapal layar tiang tinggi legendaris dari Indonesia tersebut sandar di lambung kiri Fish Pier dan disambut beberapa pejabat US Navy dan Panitia Opsail 2012, diantaranya Jack Gillis, Paul dan Alaina Dibiasie. Setibanya di Dermaga Fish Pier, pengunjung menyambut meriah penampilan Gederang Suling (GS) dari Kadet tingkat II Akademi Angkatan Laut (AAL) yang disertai parade rool menaiki tiang setinggi 35,25 meter. Kapal latih milik TNI Angkatan Laut yang dikomandani Letkol Laut (P) Haris Bima Bayuseto ini menurunkan jangkar di Boston untuk menghadiri undangan Operation Sail 2012 dalam rangka 200th Anniversarry of the War.

Beberapa kegiatan dilaksanakan selama 6 hari kunjungan di Boston, antara lain Captain Brieifing ArrivalBlessing of Sail Event di Old North Church,Former C.O. (di Boston Harbour Hotel), Ancient dan Honorable Breafast (di Union Oyster House), USS Constitutions Turnaround (di sekitar dermaga),4th July Concert dan Fireforks (di Esplanade Pier 1). Selain itu, KRI Dewaruci juga melaksanakan cocktail party di geladak kapal dengan menampilkan kebudayaan dan kesenian Indonesia, juga tidak terlewat penampilan Gederang Suling dalam acara parade di City Hall Plaza danopenships.

Saat Operation Sail 2012 berlangsung, lokasi sandarnya KRI Dewaruci yang menjadi satu-satunya wakil dari Asia berada di posisi paling pojok dermaga. Hal ini memang hampir tidak terlihat oleh orang yang lalu-lalang dari jalan raya, apalagi KRI Dewaruci termasuk kapal layar paling kecil dibandingkan kapal layar lainnya seperti Cisne Branco dari Brazil, Cuauhtemox dari Mexico, Gloria dari Colombia, Guayas dari Ecuador. Akan tetapi, hal itu tidak membuat pengunjung sepi karena justru lebih padat, terbukti saat kapal ini merapat di dermaga dan openships dibuka pukul 14.00 hingga 20.00 waktu setempat, ada lebih dari 2000 orang pengunjung memasuki kapal kebanggan bangsa Indonesia tersebut. Bahkan, saat itu panjang antrean masuknya mencapai 50 meter. Pengunjung datang silih berganti memasuki kapal dan semakin meriah dengan penampilan Genderang Suling (GS) yang dimainkan oleh Kadet ALL tingkat II. Aktaksi GS saat siang hari itu dapat dikatakan menggemparkan suasana Dermaga Fish Pier dan mendapat sambutan meriah dari pengunjung.

Kehadiran KRI Dewaruci di Boston ini juga untuk mempromosikan budaya dan pariwisata Indonesia kepada pengunjung setempat. Awak kapal KRI Dewaruci membagikan beragam brosur, buku, hingga kaos bertuliskan “Wonderful Indonesia” . Potensi KRI Dewaruci untuk mempromosikan pariwisata nasional tidak diragukan lagi, hal itu bisa dilihat dari antusiasme masyarakat internasional yang kapal latih legendaris tersebut untuk menyaksikan atraksi yang ditampilkan awak kapal dan Kadet Akademi Angkatan Laut (AAL).

Tangga keluar masuk pengunjung menggunakan dibuat terpisah untuk mengurangi antrean. Jalur di dalam kapal juga dibuat satu arah agar memudahkan pengunjung melihat setiap sudut kapal. Kesempatan ini tidak disia-siakan pengunjung untuk berfoto dengan latar ukir-ukiran kayu di kapal layar KRI Dewaruci. Ada juga yang meminta berfoto bersama kadet dan awak kapal. Pengunjung yang datang mengungkapkan pujian terhadap keindahan KRI Dewaruci dan terkesima dengan rute panjang yang ditempuh dari Indonesia untuk sampai ke Boston selama hampir enam bulan sejak berangkat dariSurabaya pada 15 Januari 2012.

Kehadiran KRI Dewaruci di Dermaga Fish Pier, Boston ini ternyata juga diapresiasi para penjual kaos, minuman, makanan yang ada disekitar dermaga. Mereka berterima kasih karena kehadiran KRI Dewaruci dengan traksi Genderang Suling (GS) telah menyedot pengunjung untuk mendatangi bazar yang digelar di pintu masuk dermaga.

Boston juga merupakan kota persinggahan terakhir di Amerika Serikat sekaligus kota terakhir rangkaian Operation Sail (Opsail) 2012 dalam rangka 200 Tahun Perang Besar (200th Anniversarry of the War). Selajutnya pada 6 Juli 2012 kapal layar dengan bobot mati 847 ton ini akan meninggalkan Amerika Serikat menuju St. John, Canada.
 
Kepergiannya KRI Dewaruci diiringi parade rool oleh kadet dan Anak Buah Kapal yang berjumlah 77 orang. Lambaian tangan para pengantar diiringi lagu “Tanah Airku” dari anjungan membuat suasana haru. Dengan meninggalkan Boston maka undangan Operation Sail 2012 dari Pemerintah Amerika Serikat dalam rangka 200th Anniversarry of the War telah selesai, berikutnya KRI Dewaruci akan meneruskan muhibah keliling dunianya hingga Oktober tahun ini. KRI Dewaruci akan melakukan misi pelayaran yang terakhir dalam “Kartika Jala Krida” (KJK).

Pelayaran kebangsaan kali ini merupakan momentum yang sangat penting dalam sejarah pengabdian KRI Dewaruci, mengingat setelah pelayaran ini kapal legendaris tersebut tidak akan berlayar lagi ke luar negeri karena selanjutnya digantikan oleh kapal baru dengan jenis dan tipe yang sama. KRI Dewaruci dibuat tahun 1952 oleh H.C. Stulchen dan Sohn Hamburg, Jerman Barat, tetapi baru diresmikan penyelesaiannya pada 24 Januari 1953. KRI Dewaruci merupakan satu-satunya kapal layar tiang tinggi produk galangan kapal Eropa yang masih berlayar dari tiga yang pernah diproduksi.

Dalam pelayarannya KRI Dewaruci akan menyinggahi 21 negara di Asia, Afrika, Amerika Serikat, dan Eropa. Muhibah kali ini mencatat rekor jarak tempuh terjauh dan waktu pelayaran terlama sekaligus yang terakhir karena kapal tersebut segera dipensiunkan. Pelayaran KRI Dewaruci di edisi ke-59 dan usianya yang ke-60 tahun ini dapat dikatakan luar biasa karena pelayaran diperkirakan memakan waktu sekira 277 hari sejak 15 Januari hingga 16 Oktober 2012. Rute muhibahnya adalah sebagai berikut: Surabaya - Jayapura, Jayapura - Kwajelein (AS), Kwajelein - Honolulu (AS), Honolulu - San Diego (AS), San Diego - Manzanillo (Meksiko), Manzanilli - Panama, Panama - New Orleans (AS) , New Orleans - Miami (USA), Miami - Charleston (USA), Charleston - New York (AS), New York - Norfolk (USA), Norfolk - Baltimore (AS), Baltimore - Boston (USA), Boston - St Yohanes (Kanada), St John - Porto (Portugal), Porto - Cádiz (Spanyol), Cadiz - Malta, Malta-port Said (Mesir), port Said - Jeddah (Arab Saudi), Jeddah - Salalah (Oman), Salalah - Colombo (Srilanka), Kolombo - Belawan (Indonesia), Belawan - Jakarta, Jakarta - Surabaya.

Pelayaran selama 277 hari yang diarungi KRI Dewaruci sejauh lebih dari 27.000 mil laut itu mencakup 4 benua dan menjadikan Indonesia sedikit negara di dunia ini yang Angkatan Laut-nya masih mempertahankan tradisi mengarungi lautan dunia dengan kapal layar. Terlebih yang membanggakan bahwa kini hanya Dewaruci sendirian yang masih mengarungi lautan karena dua di antara tiga kapal layar seangkatan Dewaruci telah bebas tugas, satu tenggelam di dasar laut, satunya lagi telah masuk museum. Kapal ini bertipe Barquentin dengan panjang total 58,30m, lebar lambung 9,50m, draft 4,50m, dan bobot mati 847 ton. Tiang layar utamanya berjumlah 3 buah dengan nama Bima, Yudhistira dan Arjuna, ditambah 16 buah layar tambahan. Luas total kapalnya adalah 1091 m2. Kecepatan penuh laju kapal ini jika dipadu layar bisa mencapai 17 knot per jam dan dengan mesin disel adalah 11-12 knot per jam.

KRI Dewaruci adalah kapal latih taruna (kadet) dari TNI Angkatan Laut yang berpangkalan di Surabaya. Dewaruci sendiri adalah nama dewa dari kisah pewayangan Jawa, yaitu “Dewa Ruci”. Paling tidak sudah 36 misi pelayaran latih dan navigasi astronomi dilakoni KRI Dewaruci. Pelayaran keliling dunia pertama kali pada 1964 di bawah komando Overstee (Letnan Kolonel) Pelaut Sumantri atas perintah Presiden Soekarno saat itu.

(source) 
Previous
Next Post »